Cultural Treasures, Get Inspired, Headline, Hot News

Sumenep Kini Punya Museum Keris

VISITSUMENEP.com – Layak menjadi tuan rumah Festival Keraton Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) V 2018. Selain memiliki keraton yang masih utuh, kabupaten paling ujung timur di Pulau Madura ini juga mempunyai industri keris terbesar di Nusantara. Dalam perjalanan sejarah, keris dan keraton menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Di Sumenep saat ini sudah tersedia Museum Keris. Museum tersebut diletakkan di bekas kantor Disparbudpora Sumenep. Yakni di sebelah barat Labang Mesem Keraton Sumenep. Rencananya, museum tersebut diresmikan Presiden Joko Widodo Minggu, 28 Oktober 2018. Akan tetapi karena jadwal yang padat, presiden hanya membuka FKMA kemudian bertolak ke Jakarta.

Meski tidak diresmikan presiden, hal itu tidak mengurangi identitas Sumenep sebagai Kota Keris. Menurut Wakil Sekjen Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara) Nur Jiyanto, Sumenep merupakan salah satu kota di dunia yang empu kerisnya paling banyak. Saat ini ada sekitar 652 empu di Sumenep.

“Empu keris yang ada di Sumenep itu terbanyak di Nusantara,” kata Nur Jiyanto saat ditemui di museum keris Sumenep kemarin.

Senapati Nusantara sendiri membawahi 80 paguyuban keris se-Indonesia. Dari jumlah tersebut, lima paguyuban berasal dari Sumenep. Yakni, Gapensaka (Paguyuban Pencinta Pusaka), Kopensaka (Komunitas Pencinta Pusaka), IPKI (Ikatan Pengrajin Keris Indonesia) Megaremeng, Paguyuban Keraton Sumenep, dan Pakem (Paguyuban Keris Madura). Sumenep juga memiliki sejumlah maestro keris. Diantaranya, Empu Murka’ (alm), Empu Mujaksin (alm), Empu Samad (alm), dan Empu Mukaddam.

“Empat empu itu berasal dari Desa Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Sumenep,” tegas pria asal Jogjakarta itu.

Sementara itu, peneliti di Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan Balitbang Kemendikbud Unggul Sudrajat menambahkan bahwa Sumenep sudah dicanangkan sebagai Kota Keris sejak 9 November 2014. Berdasarkan data di lembaganya, ada tiga kecamatan sentra keris di Sumenep. Yakni Kecamatan Lenteng, Bluto, dan Saronggi.

Sumenep memiliki sejarah panjang dalam perkerisan nasional. Sumenep pernah memiliki empu legendaris, yakni Empu Kelleng. Sayang tidak ada petunjuk jelas tentang jejak keturunan dari sang empu.

“Pada 1850 Sumenep sudah menjadi sentra keris. Saat itu sudah ada keris asal Sumenep yang dikirim ke Kasunanan Solo dan Keraton Jogja,” paparnya.

“Di catatan Kunto Wijoyo disebutkan bahwa pada 1850 (Era Sultan Abdurrahman) di Pasar Sumenep sudah ada tiga pedagang keris. Itulah mengapa Sumenep sangat layak disebut Kota Keris,” tukas dia. (radarmadura.id/iyounk)

  • 31
    Shares

Facebook Comments