Pulau Sapudi, Panorama Alam yang Menakjubkan
Get Inspired, Headline, Natural Wonders

Pulau Sapudi, Panorama Alam yang Menakjubkan

Madura adalah daerah yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Berbentuk kepulauan sendiri tapi masih berstatus wilayah Provinsi Jawa Timur. Masyarakat Madura terkenal dengan wataknya yang keras, tapi sesungguhnya watak keras yang dimiliki masyarakat Madura baru hanya akan nampak kalau sudah berhubungan dengan harga diri. Kalau dalam kesehariannya, sama saja dengan masyarakat umum, katakanlah yang tinggal di jawa timur.

Pulau Madura yang memiliki julukan “Pulau Garam” memang terkenal, tapi kalau dengan nama “Pulau Sapudi”, kenalkah anda? Atau minimal pernah mendengar nama tersebut. Kalau belum, Ok, akan saya kenalkan.

Pulau Sapudi adalah sebuah pulau yang termasuk kepulauan Madura yang letak geografisnya berada di sebelah timur pulau Madura. Pulau Sapudi termasuk kabupaten Sumenep. Pulau Sapudi hanya memiliki 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Gayam, dan Kecamatan Nonggunong. Masyarakat Sapudi kebanyakan berprofesi sebagai petani, nelayan, dan peternak hewan seperti kambing maupun sapi.

Untuk pembangunan di daerah ini, sudah lumayan berkembang. Unit Pelaksana Pendidikan, Kantor Pos, Bank, PLN, Puskesmas dan sekolah-sekolah mulai dari TK sampai SMA ada di Sapudi. Kebutuhan akan peralatan maupun material elektronik dan non-elektronik juga mudah didapatkan, karena sudah ada beberapa toko yang menyediakan stok yang didatangkan dari daratan, semisal daerah jawa maupun madura.

Pulau Sapudi atau yang lebih dikenal dengan “Pulau Podhay” oleh masyarakat Madura. Pulau Sapudi merupakan tempat asal mula munculnya kebudayaan “Kerapan Sapi Madura” yang tersohor. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor daya tarik Pulau Sapudi untuk dijadikan pulau wisata berbasis sejarah dengan menonjolkan pelestarian kebudayaan kerapan sapi sekaligus pembudidayaan sapi kerapan yang asli. Sehingga, kebudayaan kerapan sapi Madura lebih dikenal oleh masyarakat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Pulau Sapudi menawarkan keindahan alam yang masih asli, asri dan bersejarah.

Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Selain transportasi menuju Pulau Sapudi alat transportasi yang tersedia di Pulau Sapudi sendiri adalah kol atau yang biasa dikenal dengan sebutan angkutan umum, dan delman.

Ada dua alternatif pelabuhan untuk mengunjungi Pulau Sapudi, yakni Pelabuhan Dungkek dan Pelabuhan Kalianget. Dari kedua pelabuhan tersebut, alat transportasi yang tersedia adalah perahu tardisonal.

Alat transportasi menuju Sapudi dari dua pelabuhan itu adalah perahu tradisional berbobot 10 ton. Perahu ini dikelola secara tradisional oleh warga Sapudi. Perjalanan Dungkek dua jam ke Sapudi karena posisi pelabuhan berada dibagian ujung timur daratan Sumenep. Dan tempat berlabuhnya di Sakorame atau Tarebung yang berlokasi di ujung barat daratan pulau Sapudi. Berbeda jarak pelabuhan Kalianget ke pelabuhan Gayam yang berjarak 27 mil karena lokasi pelabuhan Gayam berada di bagian tengah arah timur Pulau Sapudi.

Pulau Sapudi merupakan salah satu Pulau yang menawarkan keindahan alam yang masih asli, asri dan bersejarah. Pulau Sapudi merupakan tempat asal mula munculnya kebudayaan “Kerapan Sapi Madura” yang tersohor. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor daya tarik Pulau Sapudi untuk dijadikan pulau wisata berbasis sejarah dengan menonjolkan pelestarian kebudayaan kerapan sapi sekaligus pembudidayaan sapi kerapan yang asli. Sehingga, kebudayaan kerapan sapi Madura lebih dikenal oleh masyarakat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.Di pulau sapudi banyak trumbu karang yang bisa nikmati saat snorkling

Di pinggir pantai Pulau Sapudi, terdapat beberapa rumah makan sederhana yang menjual makanan tradisional dengan harga yang sangat murah dan sangat kental dengan keadaan alam pulau Madura.

Pulau Sapudi memiliki Vegetasi mangrove pun hampir ditemukan di setiap sisi pulau ini. Mangrove yang ditemukan di Pulau Sapudi tidak hanya terdapat di sepanjang pantai, tetapi juga terdapat di sepanjang aliran sungai.

Dari penelitian yang dilakukan penulis penginapan yang ada di pulau sapudi hanya terdiri dari 5 kamar, dan setiap kamar diperuntukkan bagi 1 orang. Selain penginapan juga terdapat rumah kos yang digunakan oleh orang-orang yang memiliki keperluan di pulau sapudi. Namun,para pengunjung lebih sering meninap di rumah saudara daripada menginap di penginapan atau rumah kos.

Selain fasilitas penginapan, transportasi dan keadaan alamnya, ada juga fasilitas rumah makan, lapangan kerapan sapi dan tempat-tempat yang dijadikan sentra perawatan sapi kerap. (kektape.com)

  • 51
    Shares

Facebook Comments