Kemeriahan Sumenep Batik Festival 2017
Get Inspired, Headline, Hot News

Kemeriahan Sumenep Batik Festival 2017

Dalam rangka menyambut Visit Sumenep 2018, pemkab menyelenggarakan Sumenep Batik Festival 2017. Kegiatan yang digarap Dinas PU Bina Marga Sumenep itu diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Desainer pakaian, model, dan pengamat batik dari berbagai daerah datang ke Sumenep. Bahkan, Putri Indonesia Kezia Roslin Cikita Warouw turut hadir dalam event Sumenep Batik Festival 2017 ini.

Dilansir Radar Madura, Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep Edy Rasiyadi menjelaskan, ada tiga rangkaian kegiatan dalam Sumenep Batik Festival 2017. Yaitu, fashion on the street sebagai pembukaan, malam puncak Sumenep Batik Festival, dan Sumenep Color Fun Run.

”Selain memperkenalkan batik Sumenep kepada dunia, kegiatan ini kami gelar untuk menyambut Visit Sumenep 2018,” ungkapnya.

Selain dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumenep, kegiatan ini terbuka untuk umum. Antusiasme masyarakat Sumenep terlihat dari banyaknya warga yang hadir menyaksikan pergelaran festival batik terbesar di Sumenep ini.

Edy menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut menyukseskan event Sumenep Batik Festival 2017. Dia berharap, kegiatan ini dapat mendongkrak popularitas dan eksistensi batik Sumenep di tingkat nasional dan internasional.

Bupati KH. A. Busyro Karim menginginkan peningkatan peran generasi muda dalam pengembangan batik Sumenep. Dia ingin ada regenerasi perajin batik agar sesuai dengan perkembangan zaman.

”Banyak generasi muda Sumenep yang sekarang peduli batik. Bahkan, baju yang saya pakai dan para forkopimda pakai tadi adalah batik yang dirancang anak muda Sumenep. Dengan peningkatan peran kaum muda, saya yakin batik Sumenep bisa mendunia,” ujarnya.

Untuk mendukung komersialisasi batik, bupati akan menerapkan hari khusus bagi aparatur sipil negara (ASN) di Sumenep untuk mengenakan batik Sumenep tiga hari dalam seminggu. Hal tersebut juga diterapkan bagi pelajar SD dan SMP.

Bupati ingin para perajin batik lebih kreatif, terutama dalam hal pemasaran. Salah satunya, pemasaran secara online. ”Selain pelaku batik di Sumenep, pemkab telah melakukan langkah konkret untuk memajukan batik asli Sumenep. Salah satunya dengan terus meningkatkan anggaran pengembangan batik Sumenep,” pungkasnya. (radarmadura/aang)

Facebook Comments