Get Inspired, Headline, Hot News

Ini Strategi Menpar Capai Target 17 Juta Wisman di Akhir 2018

VISITSUMENEP.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) hingga akhir 2018. Dia mengatakan, kunjungan sampai akhir 2017 berjumlah 14 juta sementara tahun ini dia menginginkan adanya penambahan tiga juta wisman hingga akhir tahun.

“Tema rakornas kali ini yaitu ‘Raih Target 2018: 17 Juta Wisman. Menurut data Kemenpar, kunjungan wisman sampai akhir 2017 berjumlah 14 juta. Itu artinya Kemenpar memiliki target kunjungan 3 juta wisman sampai akhir 2018. Saat ini, rata-rata pertambahan jumlah kunjungan wisatawan per bulan satu per empat juta. Compound Annual Growth Rate,” ujar Arief dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Juli 2018.

Arief mengatakan, hal itu dalam Rakornas Pariwisata ke II tahun 2018 yang dihadiri akademisi, business, communitas, government, dan media di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis, 26 Juli kemarin.

Diungkapkan Arief, ia memiliki tiga program Marketing Khusus 2018 untuk mencapai target. Pertama dengan cara Incentive: Airlines/Wholesalers, kemudian ViWI (Visit Wonderful Indonesia), dan CDM (Competing Destination Model) dengan target 2,5 juta wisatawan mancanegara.

“Target realistisnya dari ketiga strategi tersebut dari insentif airlines paling top menyumbang 700 wisman, ViWI Hotdeals 750 wisman, dan dari CDM 500 ribu wisman,” ujarnya.

Dalam Rakornas Pariwisata ke II 2018 juga dilakukan perjanjian kerjasama, MoU, letters of intens bagi 16 maskapai dan 7 wholesalers. Maskapai penerbangan yang memiliki MoU mulai dari Garuda Indonesia, Air Asia Group, Lion Air Group, Malindo, Sriwijaya Air, China Southern Airlines, Turkish Airlines, hingga Go Indonesia Tours by PT. Indonesia Tur Arabia sebagai wholesaler.

“Rata-rata 80 persen wisatawan datang menggunakan pesawat. Untuk itu kita terus dorong airlines untuk terbang ke Indonesia. Caranya dengan memberikan insentif yang perlu diperhatikan lagi juga terkait LCCT (Low Cost Carrier Terminal) yang targetnya tahun ini akan selesai,” ungkap Arief.

Pria asal Banyuwangi itu juga menyebut, target 20 juta wisman tahun 2019 tidak akan tercapai jika menggunakan cara yang biasa. Oleh karena itu, salah satu cara untuk menggenjot kunjungan wisman ke dalam negeri adalah melalui LCCT. “Hasil yang luar biasa hanya bisa ditempuh dengan cara yang tidak biasa. LCCT ini adalah salah satunya,” tegasnya.

Dia menjelaskan, pertumbuhan penumpang internasional setiap tahunnya rata-rata 13 persen per tahun. Dari angka tersebut, pertumbuhan penumpang yang menggunakan layanan Full Service Carriers (FSC) sekitar 7 persen. Sedangkan Low Cost Carriers tumbuh 55 persen per tahun. Namun butuh waktu untuk merealisasikan LCCT di Indonesia.

“Di Jepang itu tumbuh 55 persen saat sudah punya LCCT. Target saya Indonesia bisa mencapai 50 persen. Saat ini baru tumbuh 20 sebelum memiliki LCCT. Butuh waktu untuk renovasi.Diperkirakan akhir tahun sudah siap terealisasi,” katanya.

“Jumlah devisa yang dihasilkan sektor pariwisata akan tinggi, proyeksi devisa tahun 2018 yaitu 17 juta dolar dengan rata-rata pengeluran USD 1.000 dan USD 20 miliar tahun 2019. Apa itu artinya yaitu mengalahkan CPO sebagai penghasil devisa utama Indonesia saat ini yang hanya USD 16 miliar per tahun,” pungkas Arief. (detik.com/fairozi)

Facebook Comments