Sumenep Prioritaskan Wisata Sejarah dan Alam Langka
Get Inspired, Hot News

Ini Pemetaan Lokasi Wisata di Sumenep

Visit Sumenep 2018 atau tahun kunjungan wisata saat ini terus menjadi perbincangan dan mendapatkan kritikan pedas dari sejumlah kalangan. Bahkan sebagian kalangan menilai Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak siap.

Kepala Dispabudpora Sumenep, Sufiyanto mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap beberapa lokasi wisata yang ada di kabupaten Sumenep, contohnya pantai Slopeng yang berada di Kecamatan Dasuk. Tempat wisata yang dikelilingi pohon kelapa dan gunung pasrinya tersebut akan menjadi kawasan mainan di laut.

Sedangkan Pantai Lombang yang selama ini menjadi tempat wisata dengan dikenal pasir putihnya dan cemara udangnya ini akan menjadi wisata alam. Kemudian untuk Pulau Gili Iyang yang diketahui memiliki kadar oksigen 20,9 persen tersebut akan dijadikan sebuah wisata kesehatan.

“Untuk Pulai Gili Labak di Kecamatan Talango akan menjadi wisata Bahari snorkeling dan diving, sedangkan pantai Sembilan akan dijadikan sebuah wisata alam dan kerajinan,” kata Kepala Disparbudpora Kabupaten Sumenep Sufiyanto, S.E., M.Si., Selasa (17/1).

Lanjut mantan Kabag Humas Pemkab Sumenep ini, untuk wisata Religi tidak perubahan sama sekali, melainkan pihaknya hanya melakukan penataan dengan baik agar pada saat wisawatan datang ke lokasi wisata religi tersebut merasa lebih nyaman dan aman.

“Kami akan bangun rest area dan tempat parkir dibawah, sehingga pada saat pengunjung datang tinggal memarkir kendaraannya dan berjalan kaki ke Asta Tinggi atau pasarean raja-raja,” terangnya.

Namun demikian, Disparbudpora juga melakukan sinergiritas dengan beberapa instansi dalam membenahi sejumlah lokasi wisata, baik dari sarana prasarana di lokasi wisata dan infrastrutktur. Sehingga pada saat wisatawan datang ke sejumlah lokasi Wisata tidak lagi mengeluhkan Sarana Prasarana yang ada.

“Saya terus berkomunikasi dengan beberapa instansi terkait untuk mempersiapkan Visit Sumenep 2018, sebab ada beberapa lokasi wisata yang memang harus dibenahi dan dilengkapi sarana prasarananya. Seperti lokasi wisata Gili Labak dan Gili Iyang yang saat ini masih membutuhkan jembatan yang representatif,” ucap Sufiyanto.

Selain itu pula, Disparbudpora Sumenep juga telah membentuk tujuh destinasi wisata yang sudah dibentuk kelompok sadar wisata oleh dinas terkait yakni Pokdarwis Slopeng, Pokdarwis Lombang, Pokdarwis Legung, Pokdarwis Gili Labak, Pokdarwis Gili Genting, dan dua Pokdarwis di pulau Giliiyang. Sedangkan untuk tempat destinasi wisata lain, pihaknya mengaku akan menggandeng masyarakat sekitar untuk sadar dan memanfaatkan potensi wisata yang dimiliki daerahnya.

“Pada akhirnya nanti kita akan bentuk Pokdarwis di semua destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sumenep ini,” ungkapnya.

Sufi menjelaskan, keberadaan Pokdarwis tersebut merupakan kepanjangan tangan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk membantu menjaga dan memelihara destinasi wisata yang ada. Termasuk memberikan kenyamanan dan jaminan keselamatan bagi para pelancong yang datang. Seperti menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan sebagainya.

“Intinya Pokdarwis itu mitra kami, kepanjangan tangan, yang membantu menjaga dan memelihara destinasi wisata. Dan itu SK-nya sudah selesai semua,” tandasnya.

Ia menambahkan, pihak yang menjadi pengurus atau anggota Pokdarwis terdiri dari warga setempat yang menjadi lokasi destinasi wisata. Hal itu dimaksudkan agar pemeliharaan dan penjagaan destinasi wisata lebih mudah dan optimal.

“Semuanya dari warga setempat, tidak ada yang dari luar. Kami memang ingin meningkatkan partisipasi masyarakat di sekitar lokasi destinasi wisata,” pungkasnya

Sementara Anggaran peningkatan destinasi wisata tersebut sudah dialokasikan dalam APBD 2017 sebesar Rp. 4 miliar. (newsmadura.com)

  • 2
    Shares

Facebook Comments