Duta Wisata

Cerita Finalis Duta Wisata Sumenep saat Kunjungi Yogyakarta

Para finalis duta wisata Sumenep melakukan kunjungan wisata pertama ke Yogyakarta pada Jumat-Sabtu 15-16 Desember 2017 lalu. Kunjungan yang difasilitasi oleh Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) Sumenep itu memiliki kesan tersendiri bagi mereka.

Khalilatur Rahmah misalkan, Runner Up ke-1 duta wisata Sumenep ini mengaku senang bisa berkunjung ke beberapa tempat wisata di Yogyakarta bersama para finalis duta wisata.

“Saya senang bisa berkunjung ke beberapa destinasi wisata di Yogyakarta bersama para finalis duta wisata Sumenep,” kata Liela, panggilan Khalilatur Rahmah.

Dilanjutkan Liela, selain bisa mempererat persahabatan dan persaudaraan diantra kami, juga bisa belajar dan mengkomparasikan wisata-wisata yang ada di Yogyakarta dengan Sumenep sebagai referensi.

“Salah satunya saat berkunjung ke “hutan pinus”, pengelola menggunakan bahasa jawa dalam penulisan pamflet-pamflet yang ada disana,” jelasnya.

“Sehingga wisata lokal dan non lokal bisa lebih memperdalam bahasa jawa melalui tulisan-tulisan yang ada di wista tersebut,” tambahnya.

Mungkin itu bisa diterapkan pada wisata-wisata yang ada di sumenep, imbuh Liela. “Mengingat, banyak pemuda di Sumenep yang kurang wawasan tentang bahasa Madura,” harapnya.

Sementara Kiky, panggilan akrab Waqi’ah, Runner Up ke-2 duta wisata Sumenep menuturkan jika di Yogyakarta banyak tempat wisata yang lebih mengenalkan budaya lokal dan makanan khasnya.

“Seperti di kampoeng Mataraman misalkan, di sana menyediakan beberapa makanan dan minuman khas Yogyakarta,” jelasya.

Menariknya, Kiky melanjutkan, penjual dan pelayannya memakai pakaian adat jawa. “Baik laki-laki maupun perempuan,” tambahnya.

Waqiah berharap, destinasi wisata yang ada di Sumenep mampu berbenah jelang tahun kunjungan wisata 2018, termasuk masalah kebersihan.

“Destinasi yang kami kunjungi itu bersih dan terawat. Beda dengan beberapa destinasi wisata yang ada di Sumenep, masih nampak kotor,” terangnya. (Fairozi)

Facebook Comments