Asta Sayyid Yusuf yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Get Inspired, Religious Tourism

Asta Sayyid Yusuf yang Tak Pernah Sepi Pengunjung

Bagi Anda yang sudah berkunjung ke Sumenep, rasanya kurang lengkap jika tidak mengunjungi Asta Yusuf atau yang biasa dikenal Sayyid Yusuf. Sebuah pesarean atau makam seorang ulama (wali) yang terletak di Desa Talango, Kecamatan Talango, Pulau Poteran/Talango. Di lokasi wisata religi itu, terdapat berbagai fasilitas gratis.

Asta ini terletak di Kecamatan Talango suatu kepulauan + 11 km ke arah timur dari kota Sumenep dan menyeberang dari Kecamatan Kalianget + 10 menit. Sayyid Yusuf adalah seorang ulama yang berasal dari Arab yang ke tika itu secara gaib jenazahnya terapung diliputi sinar melintas di depan perahu Sultan Abdurrahman yang akan melakukan perjalanan ke pulau Bali.

Kemudian diharibaanya jatuh daun sokon/sukun yang bertuliskan dengan jelas nama jenazah tersebut yaitu Sayyid Yusuf dari Mekkah. Sultan Abdurrahman berniat menguburkan janazah tersebut secara wajar dari pulau Bali.

Asta ini banyak dikunjungi peziarah dari Jawa Timur dan Jawa Barat, kerena konon permohonan/doa mereka ditempat ini banyak dikabulkan oleh Allah SWT. Di sebelah utara Asta Sayyid Yusuf terdapat pohon Nangger yang sangat besar seperti memayungi kuburan tersebut. Pohon Nangger ini berasal dari tongkat Sultan Abdurrahman yang ditancapkan setelah menguburkan jenazah Sayyid Yusuf.

Ada hal yang menarik tentang awal mula keberadaan makam Sayyid Yusuf ,Konon, Asta Sayyid Yusuf ditemukan oleh Raja Sumenep, Sri Sultan Abdurrahman Pangkutaningrat saat ingin berangkat ke Pulau Bali sekitar tahun 1791 atau 1212 H. Dalam perjalanannya itu, Sri Sultan bersama pengikutnya dikejutkan dengan sebuah cahaya.

Penasaran, Sri Sultan kemudian mendatangi jatuhnya sinar tersebut. Setibanya di lokasi, terdapat sebuah kuburan baru. Tidak lama, Sri Sultan bermunajat kepada Tuhan meminta petunjuk tentang kuburan tersebut, lantas secara tibatiba jatuh selembar daun yang bertuliskan ”Sayyid Maulana Yusuf Bin Ali Bin Abdullah Al- Hasani”. Nama tersebut oleh Sri Sultan ditulis di batu nisan kuburan baru tersebut.

Memang tidak ada yang tahu pasti tentang keberadaan jasad Sayyid Yusuf . Karena hanya orang-orang yang mempunyai mukasyafah ( orang yang memiliki penglihatan secara batin ) yang dapat melihat kejelasan ada tidaknya jasad pada kuburan Sayyid Yusuf.

Hal lain mengenai riwayat kuburan Sayyid Yusuf adalah banyak sekali kuburan Sayyid Yusuf di tempat lain, bahkan diluar negeri, Namun dari cerita Sayyid Yusuf dalam enam tempat itu terdapat pembedaan versi dalam menceritakan sejarah Sayyid Yusuf.

Menurut cerita turun temurun asal mula Asta Sayyid Yusuf bermula ketika Raja Sumenep yaitu Sri Sultan Abdurrahman Pangkutaningrat, beserta rombongannya yang terdiri dari para prajurit berangkat dari keraton Sumenep bermaksud menyebarkan agama islam ke pulau Bali.

Dalam perjalanan Sri Sultan Abdurahman dikejutnya oleh adanya cahaya di tengah lautan dan karena penasaran maka Sri Sultan Abdurahman menjumpainya ternyata sebuah sosok jenazah yang memancarkan sinar maka dibawalah ke pulau Talango untuk dimakamkan, setelah dimakamkan selesai berdoa tiba-tiba jatuhlah selembar daun kelor dengan bertuliskan “Hadz Maulana Sayyid Yusuf Bin Ali Bin Abdullah Al Hasan” karena yakin beliau adalah ulama yang mempunyai karomah luar biasa maka Sri Sultan Abdurahman membuatkan batu nisan atas nama beliau.

Jika anda kesana, anda akan menemukan sebuah pohon besar yang menaungi makam sayyid yusuf tidak lain itu adalah sebuah tongkat Sri Sultan Abdurahman yang tertencap sehabis memakamkan beliau, sebelum pohon itu besar pernah Sri Sultan Abdurahman membuatkan cungkup atau peneduh diatas makam beliau tapi setelah keesokan harinya makamnya berpindah sedikit ketimur maka dari itu Sultan Abdurahman mengerti jika Makam tersebut tidak ingin diberi cungkup dan ingin menjadi makam yang terbuka dengan alam.

Satu tahun setelah kejadian tersebut Sri Sultan datang mengunjungi kuburan Sayyid Yusuf kembali dan membangun pendopo untuk tempat menerima tamu atau peristirahatan serta membangun masjid di sebelah selatan makam Sayyid Yusuf dan mulai itu juga maka dikenallah dengan sebutan Asta Sayyid Yusuf. (sarimadu.com)

  • 38
    Shares

Facebook Comments